cerita tentang kecelakaan sepeda motor
ACCIDENT TRUE STORY
Kecelakaan terjadi kurang lebih dua setengah tahun yang lalu. Kecelakaan ini terjadi di depan pombensin di daerah gumayun tegal.
Saya mengendarai sepeda
motor dengan sangat santai awalnya, karena jarak tempuh yang akan dilalui
dekat, saya mengabaikan dan tidak menggunakan APD berkendara yang biasa saya
pakai seperti masker, sarung tangan.
Saya berkendara dengan
kecepatan 60km/jam dalam posisi jalan yang sepi. Kecepatan awal adalah 40
km/jam kemudian saya naikkan menjadi 60km/jam dengan alasan terburu-buru (tidak
untuk dicontoh) saya berkendara dengan kecepatan demikian.
Ketika hampir melewati
pombensin besar di daerah gumayun seorang pria paruh baya atau yang biasa saya
panggil bapak, berniat untuk menyebrang namun beliau menyebrang tidak pada
tempat yang seharusnya. Seperti yang di ketahui tanda keluar dan masuk pada
pombensin. Beliau pada saat itu menyebrang dari tanda masuk pombensin, bukan
dari tanda keluar setelah mengisi bensin. Sontak saya kaget dan mengerem secara
mendadak karna awalnya tidak ada orang yang saya lihat yang akan menyebrang.
Seketika itu saya kaget
dan mengerem mendadak. Namun belum sempat motor yang saya kendarai berhenti.
Motor yang saya kendarai akhirnya menabrak seorang bapak-bapak yang akan
menyebrang namun melewati jalur yang salah tersebut. Akhirnya kecelakaan tidak
dapat dihindari.
Saya jatuh tersungkur
tepat di tengah jalan raya, keadaan saya pada saat itu mengalami luka robek di
bibir, gigi “towel” dalam bahasa
indonesia mungkin patah tetapi hanya setengah. Kemudian memar di daerah kaki,
tangan dan sedikit sesak pada bagian dada. Satu hal yang saya syukuri pada saat
itu adalah saya memakai helm dan memakai jaket, mungkin untuk beberapa pembaca disini
tidak akan menyadari seberapa penting penggunaan helm dan jaket ketika
berkendara, namun yang saya rasakan berdasarkan pengalaman saya pribadi helm
berperan penting karena jika saya tidak memakai helm pasti saya akan mengalami
luka benturan di kepala saya, namun pada saat kecelakaan tersebut terjadi,
alhamdulillah saya tidak mengalami keluhan apapun di bagian kepala hanya saja
untuk bagian hidung mulut dan dagu saya terluka karna efek tidak memakai masker
pada saat berkendara.
Selain itu pemakaian
jaket juga tidak kalah penting, karena pada
saat saya kecelakaan tidak ada sedikitpun luka di badan saya karena saya
memakai jaket dengan baik hanya saja terasa sedikit nyeri akibat benturan.
Analisis penyebab :
Ø Terburu-buru
dalam berkendara dan kurangnya manajemen waktu
Ø Posisi
badan yang memang sudah lelah akibatnya menyebabkan rasa kantuk akhirnya membuyarkan konsentrasi.
Ø Kecepatan
yang tidak sesuai dengan lokasi, karena seharunya ketika kita berkendara di daerah
ramai orang seperti pombesin, sekolah, pusat perbelanjaan, tempat ibadah
seharusnya menurunkan kecepatan laju kendaraan
Ø Posisi
pengendara lain yang tidak menyebrang sesuai tempatnya
Ø Rem
yang di lakukan secara mendadak akhirnya sebabkan panik dan buyarkan
konsentrasi.
Ø Penggunaan
alat pelindung diri ketika berkendara yang kurang lengkap.
Rekomendasi penyebab
kecelakaan
Ø Kecelakaan
terjadi karena manajemen waktu yang buruk
Ø Kecelakaan
terjadi karena kurang konsentrasi pada saat berkendara
Ø Tidak
menggunakan alat pelindung diri lengkap pada saat bekendara
Pembelajaran yang dapat
diambil dari kecelakaan yang saya alami ini adalah
Dengan kecelakaan yang
saya alami ini saya menjadi tahu manajemen waktu memang sangatlah penting,
karena tidak akan ada asap jika tidak ada api demikian juga tidak akan ada
kecelakaan apabila tidak ada unsafe action (perilaku tidak aman). Terburu-buru
merupakan implementasi dari manajemen waktu yang buruk, jika kita menyesuaikan
jadwal berangkat dan sampai dalam berkendara, kecelakaan demikian mungkin tidak
akan terjadi, dengan luka yang saya alami merupakan bukti bahwa saya tidak
menggunakan APD dengan benar. Salah satunya ketika saya tidak menggunakan
masker dan sarung tangan, akibatnya pada bagian-bagian tersebut mengalami luka
yang cukup parah.
Comments
Post a Comment